Bagi anda yang pernah menggunakan peta dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) pastinya tidak asing dengan sistem proyeksi TM3. Proyeksi ini memang dipakai khusus oleh BPN terutama untuk peta-peta persil tanah. Kenapa ya mereka menggunakan itu..?? Karena hanya digunakan di Indonesia maka tidak belum ada vendor software mapping yang menyuplai produknya dengan proyeksi TM3 ini. Untung saja beberapa software memberi kesempatan bagi user untuk meng-customize sistem proyeksi sendiri. Berikut adalah parameter proyeksi TM3 :
| False Easting |
200.000 |
| False Northing |
1.500.000 |
| Scale Factor |
0,9996 |
| Central Meridian |
Lihat Zone |
| Datum |
WGS 1984 |
Mari lanjut ke setting di ER Mapper..
- Buka folder C:\ERMapper71\GDT_DATA
- Cari file tranmerc.dat
- Backup file tersebut (simpan dengan nama lain, misal tranmerc_ori.dat).
- Cari file project.dat
- Backup file tersebut (simpan dengan nama lain, misal project_ori.dat).
- Download file tranmerc dan project pengganti.
- Copykan ke folder C:\ERMapper71\GDT_DATA, replace file originalnya.
Selesai…sekarang ER Mapper anda sudah support sistem proyeksi TM3!!
Read More
Pernah menggunakan Google Earth (GE)? Pasti pernah donk..ini software cukup populer karena memberikan sesuatu yang baru bagi pengguna internet. Fitur utama GE adalah menampilkan citra satelit dari yang resolusi rendah sampai ke resolusi tinggi semisal Quickbird. Citra/foto satelit inilah yang sering membuat kagum karena menampilkan permukaan bumi ini cukup detil hingga atap rumah kita bisa terlihat jelas.
Bagi komunitas yang berkecimpung di dunia mapping, citra satelit yang ditampilkan di GE tidaklah asing, karena sebelum GE muncul mereka sudah menggunakan citra tersebut bahkan lebih bervariasi dari yang disajikan di GE saat ini.
Saya sendiri kadang menggunakan image dari Google Earth sebagai background data vektor. Kadang-kadang hal ini cukup berguna untuk mengidentifikasi area yang minim data. Sebelum dioverlaykan dengan data spasial lain tentunya image dari GE ini harus diregister dan didefinisikan sistem koordinatnya agar match dengan data lainnya. Saya menggunakan ArcGIS 9.2 untuk melakukan registrasi/georeferencing image. Sebelum registrasi image GE diperlukan titik di image yang diketahui koordinatnya dalam sistem koordinat tertentu minimal dua buah(transformasi koordinat metode conform), untuk menggunakan metode lain dibutuhkan lebih dari itu.
Read More
Assalamulaikum,
Sekedar mengisi waktu luang di saat ga ada kerjaan daripada browsing kesana kemari, klak-klik sana sini ga jelas akhirnya saya putuskan nulis blog ini. Sebenarnya sudah dari dulu punya website tapi belum diisi juga, sampai akhirnya terpikir untuk memulai lagi dan terpilihlah WordPress untuk CMSnya. Lagian sekarang kan jamannya blog, jadi kalau suatu saat ditanya “Eh..blog mu apa, ntar aku tambahin ke blogroll-ku ya?”, bisa jawab deh.. 
Isinya antara lain seputar bidang geoinformation seperti tips dan trik software mapping, tutorial software yang saya kuasai, dan opini pribadi. Anyway, welcome to my blog!! Feel free to give comments.
Read More